Tampilkan postingan dengan label unik dan lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unik dan lucu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juli 2012

foto festival lampion jogjakata















Senin, 28 Mei 2012

Foto Kota Terapung Untuk Pengusaha Di Lepas Pantai California

























Pulau Unik Dimana Kucing Yang Menjadi Raja


Posted: 22 Feb 2012 07:01 PM PST
Tashirojima, Pulau Unik 
Dimana Kucing Yang Menjadi Raja


Pulau Kucing, Atau disebut Tashirojima, adalah sebuah pulau kecil di Kota Ishinomaki , Prefektur Miyagi, Jepang, yang dihuni oleh lebh banyak kucing daripada orang. Pulau ini telah menjadi dikenal sebagai "Pulau kucing" karena populasi kucing liar yang sangat besar yang tumbuh pesat dan terjamin karena akibat dari kepercayaan lokal bahwa memberi makan kucing akan membawa kekayaan dan keberuntungan. Populasi kucing sekarang lebih jauh besar dari populasi manusia di pulau itu.

Tetapi Tashirojima tidak memiliki cukup penghuni manusia untuk meneruskan tradisi ini. Karena hanya Ada sekitar 100 penduduk di Pulau Kucing, dan kebanyakan dari mereka berusia lebih dari 70. Satu orang berusia 37, dan yang lain lebih dari 60 tahun. Dengan lebih dari 50% dari populasi manusia di pulau ini berusia lebih dari 65 tahun, kelangsungan hidup pulau ini terancam. Tidak akan lama sebelum binatang berkaki empat ini akan terus menjadi raja di pulau kucing ini
Di masa lalu, penduduk pulau ini beternak ulat sutra untuk menghasilkan sutra, dan kucing dipelihara untuk mengendalikan populasi tikus karena tikus adalah predator alami ulat sutera).Kemudian jaring ikan menjadi sangat populer di pulau ini setelah Periode Edo dan datngnya nelayan dari daerah lain yang tiba dan menginap di pulau ini. Kucing akan pergi ke penginapan di mana para nelayan tinggal dan mengemis sisa makanan. Seiring waktu, para nelayan mulai menyukai dan memperhatikan kebiasaan kucing, seiring waktu mereka belajar untuk menafsirkan tingkah laku sebagai prediksi pola cuaca dan keberadaan ikan. Suatu hari, ketika para nelayan sedang mengumpulkan batu untuk digunakan dpada jaring-jaring mereka,ada batu nyasar dan membunuh salah satu kucing. Para nelayan, merasa menyesal atas kematian kucing itu, lalu mayat si kucing dikuburkan dan diabadikan di lokasi di pulau itu.

sumbe: http://sembarangposting.blogspot.com

Video unik Cara Membuka Halaman Koran Paling Ribet tapi unik

Senin, 05 September 2011


Usaha Ala Tionghoa

Berikut adalah interview yang dilakukan oleh Majalah Duit dengan Dr. Beni Bevly mengenai usaha ala Tionghoa:
Majalah Duit (MD): Bolehkah anda menyebutkan prinsip-prinsip memulai usaha mau pun berbisnis orang Tionghoa yang anda selalu ingat/pertimbangkan dan yakini kebenarannya?
Beni Bevly (BB): Pertama, usaha keras, berani mencoba dan tidak takut gagal, memulai dengan apa adanya. Agaknya poin inilah yang menjadi kelebihan utama dari para pengusaha Tionghoa. Dalam keluarga Tionghoa, kerja keras bukanlah hal yang aneh. Mereka sudah terbiasa lembur hingga pagi. Jika ada kesempatan, seperti hari menjelang Lebaran, mereka tahu bahwa permintaan akan meningkat, maka mereka akan bekerja keras untuk memenuhi permintaan tersebut karena mereka menyadari bahwa Lebaran hanya satu kali dalam satu tahu. Moto orang Tionghoa dalam kerja keras yang sering saya dengar adalah “Kita harus bisa memindahkan gunung” dan “Kita harus bisa seperti orang lain walaupun kita melakukannya 100 kali lebih keras dari mereka.”
Orang Tionghoa pada umumnya berani memulai suatu usaha dan tidak takut gagal. Mereka mempunyai sense of urgency yang tinggi. Mereka sering berpendapat, “Jika tidak memulai sekarang, kapan lagi?” Gagal bukanlah hal yang menakutkan karena umumnya mereka selalu memulai usaha dengan apa adanya dan dari bawah.
Kedua, mengumpulkan informasi dan belajar. Sebelum terjun ke suatu bidang usaha, umumnya orang Tionghoa akan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. Mereka tidak segan pergi ke saudara, teman, dan bahkan pihak yang tidak mereka kenal. Setiap pembicaraan dengan siapa saja mereka untuk menanyakan usaha yang akan mereka tekuni. Kemanapun mereka pergi, mereka akan membuka mata dan telinga lebar-lebar. Dengan kata lain mereka sangat mahir melakukan survey terhadap usaha yang akan mereka geluti.
Selain itu, mereka juga tidak segan untuk belajar. Cara belajar yang umum dari mereka adalah bekerja untuk orang yang usahanya serupa. Setelah yakin telah menguasai cukup informasi dan keterampilan mereka akan berusaha sendiri.
Ketiga, melakukan perencanaan. Perencanaan yang paling umum dilakukan oleh orang Tionghoa adalah melihat dari segi untung-ruginya suatu usaha. Dalam bahasa akademis, mereka mempertimbangkan visibility usaha yang akan mereka jalankan. Berapa banyak ongkos yang akan dikeluarkan, bagaimana cara mendapatkan bahan baku/material, bagaimana mempersiapakan produk mereka, siapa yang akan beli, akan dijual dimana, kapan kembali modal, dan berapa keuntungannya merupakan faktor utama yang mereka pertimbangkan.
Perencanaan mereka juga sangat memperhatikan efektifitas (tujuan tercapai) dan efisiensi (tepat cara, tanpa banyak mengorbankan waktu dan tenaga) usaha yang mereka geluti.
Keempat, membina relasi. Walaupun orang Tionghoa sangat kompetitif, tetapi mereka selalu sadar bahwa membina relasi adalah salah satu kunci keberhasil usaha mereka. Untuk membina hubungan baik mereka tidak ragu untuk mengeluarkan pengorbanan tertentu, seperti pemberian hadiah, mengundang makan dan melakukan entertain terhadap relasi mereka.
Siapa saja yang bisa membantu melancarkan dan mengembangkan usaha adalah relasi mereka. Dengan pembinaan relasi yang baik, akan terbuka kerja sama yang saling menguntungkan.
Kelima, kemampuan administratif dan inventory control. Agaknya banyak orang lupa akan hal yang satu ini. Orang Tionghoa sangat sadar akan pentingnya kemampuan dalam beradministrasi dan melakukan mengontrolan inventory. Mereka sangat memperhatikan secara terperinci setiap kegiatan usaha mereka dan merekamnya dalam catatan. Karena itu mereka tahu betul bagaimana neraca keuagan mereka dan persediaan inventory mereka.
Sebagai contoh, jika kita hendak belanja sesuatu di toko orang Tionghoa sangatlah jarang bahwa mereka sampai kehabisan persediaan.
Keenam, kemampuan pemasaran. Kemampuan pemasaran orang Tionghoa umumnya ditunjang oleh kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan dan kemauan pelanggan dan kemampuan menentukan harga jual dari suatu produk secara tepat. Dari proses ini, maka terjadilah penyebaran iklan gratis dari mulut kemulut.
Untuk pengusaha yang cukup besar, mereka melakukan positioning secara professional dengan mensponsori kegiatan tertantu dan pemasangan pengiklanan melalui media cetak dan media digital.
Ketujuah, mendelegasikan. Orang Tionghoa sadar betul bahwa untuk mengembangkan suatu usaha agar menjadi besar, mereka harus bisa mendelegasikan pekerjaannya. Syarat utama pendeligasian adalah bahwa orang atau karyawan mereka harus bisa dipercaya. Karena itu, mereka cenderung mencari orang yang sudah dikenal lama dan terbukti bisa dipercaya. Bagi mereka keahlian berusaha bisa diajarkan, tetapi kebercayaan tergantung dari masing-masing kepribadian.
Karena sistem kepercayaan ini jugalah maka, mereka tidak segan-segan meminta anak mereka yang masih kecil untuk membantu usaha mereka. Di lain pihak, anak mereka yang sudah terbiasa terekspos dengan usaha orang tuanya, membuat sang anak tumbuh dengan naluri usaha yang mendarah daging.
Kedelapan, mendiversifikasi. Pengusaha Tionghoa tidak mudah merasa puas dan cukup atas usaha mereka. Mereka selalu berusaha untuk memperluas usahanya. Salah satu caranya adalah dengan melakukan deversifikasi produk.
Mereka cenderung mempunyai keinginan untuk memenuhi semua kebutuhan dan keinginan pelanggannya. Mereka ingin agar pelanggannya hanya datang ke mereka. Untuk itu, mewujudkan keinginan ini, cara yang paling tepat adalah berani melakukan deversifikasi produk.
Kesembilan, mengolah keuangan. Tidak ada istilah “uang mati” dalam kamus berdagang ala orang Tionghoa. Mereka selalu mempekerjakan uang tersebut supaya bisa berlipat ganda. Cara yang paling umum dilakukan adalah menanamkan modal kembali ke usaha mereka. Hal ini bisa dilakukan untuk memdirikan usaha baru atau untuk membesarkan usaha yang telah ada.
Mental untuk melipatgandakan uang memang sudah tertanam dari kecil di lingkungan keluarga mereka. Contohnya, jika mereka menerima pemasukan Rp.100, maka mereka akan menyimpan paling tidak Rp. 25 dan sisanya ditanamkan kembali keusaha mereka dan untuk kebutuhan hidup mereka.
MD: Bolehkah anda menceritakan contoh bagaimana Bapak menerapkan prinsip tersebut dalam bisnis Bapak?
BB: Contoh prinsip yang sering saya terapkan adalah perencanaan yang baik dan kerja keras. Prinsip perencanaan yang baik adalah untuk mencapai keefektifan dan keefisiensian dalam proses kerja. Prinsip kerja keras adalah bagaiman memotivasi saya sendiri dan karyawan saya untuk tidak cepat putus ada.
Ketika saya masih remaja dan tinggal dengan orang tua, salah satu bisnis mereka adalah garmen atau perusahaan pembuat pakaian jadi. Pada masa tertentu, seperti bulan Ramadan, permintaan (demand) meningkat sedangkan output produksi menurun karena banyak kaeyawan yang berpuasa. Walaupun demikian, ayah saya tidak pernah menyerah dengan keadaan ini. Ia menyusun perencanaan yang matang dengan memilah proses produksi tertentu yang tidak cepat melelahkan ditugaskan pada karyawan yang berpuasa. Kami yang tidak berpuasa diminta untuk lembur dengan diberi imbalan yang lebih banyak.
Dalam kondisi seperti ini, ayah saya sering memotivasi dengan berkata, “Ayo, kita bisa memindahkan gunung .” Pengalaman seperti sering saya terapkan dalam usaha saya sekarang ini.
MD: Bagaimana cara orang tua anda menanamkan nilai-nilai/prinsip-prinsip tersebut kepada anda atau anak-anaknya?
BB: Agaknya jawaban dari pertanyaan ini adalah inti kesuksesan dari bisnis keluarga orang Tionghoa, yaitu warisan nilai-nilai atau prinsip-prinsip usaha yang berhasil diturunkan oleh orang tua Tionghoa kepada anak-anaknya. Sebagai contoh, jika kita pergi ke toko-toko orang Tionghoa, sering kali kita dilayani oleh anak mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Tanpa merasa canggung, anak tersebut bisa melayani kita dengan mahirnya. Adalah hal yang wajar jika suatu saat ia tumbuh menjadi orang dewasa, maka ia sudah siap untuk berusaha.
Orang tua Tionghoa tidak pernah segan untuk melibatkan anaknya yang masih kecil dalam usaha mereka. Mereka sudah diberi tanggungjawab yang cukup besar untuk ukuran seorang murid SD. Mereka diajari setiap proses bisnis dari persiapan hingga sampai ke tangan pelanggan dan bagaimana menangani pelanggan setelah transaksi jual beli.
Anak-anak orang Tionghoa juga diajak kerja lembur, bahkan banyak dari mereka yang diajak bekerja sampai pagi tanpa tidur. Dalam proses kerja itu, mereka di dampingi oleh orang tua mereka. Pada kesempatan itu terjadi penurunan nilai-nilai cara berusaha dari orang tua mereka.
Melibatkan anak dari usia dini adalah cara yang paling ampuh dari orang tua mereka untuk membentuk anak mereka menjadi bisnismen tangguh di kemudian hari.
Hal ini searah dengan wejangan Kong Hu Cu, “Saya dengar dan saya lupa. Saya lihat dan saya ingat. Saya kerjakan dan saya ngerti.”

Senin, 11 April 2011

Tips Memperkuat Ingatan

Jika Anda lupa akan sesuatu dan ingin segera mengingatnya kembali? Cobalah lirikkan mata Anda ke kanan dan ke kiri berulang kali selama 30 detik.

Dalam kehidupan sehari-hari pasti semua orang pernah mengalami yang namanya lupa. Lupa menyimpan kunci, dompet, dokumen, jadwal bahkan lupa janji. Tentunya hal ini bisa sangat merugikan dan membuat Anda kesal, terlebih hal yang lupa itu merupakan hal yang sangat peting sekali. Mungkin tips ini bisa menjadi solusi yang bisa membantu Anda mengigat kembali sesuatu yang Anda lupa.

Ya, dengan menggerakkan mata secara horisontal ke kiri dan ke kanan diyakini ampuh untuk meningkatkan komunikasi antarbagian otak, salah satunya untuk membangkitkan kembali ingatan. Ini diperkuat dengan pernyataan seorang psikolog dari Universitas Toledo, “Gerakan mata mungkin membantu orang mengidentifikasi sumber yang benar ke memori mereka”. Diperkuat dengan laporan yang ditulis dalam jurnal Brain and Cognition edisi April, ia telah membuktikan bahwa gerakan mata secara mendatar meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengingat kembali tulisan sebuah kata yang pernah dilihatnya. Hal ini mungkin dipicu kolaborasi efek gerakan mata yang akan mengaktifkan otak kanan jika mata melirik ke kiri dan mengaktifkan bagian otak kiri jika mata melirik ke kanan.

Namun, Andrew Parker dan koleganya dari Universitas Metropolitan Manchester, Inggris masih penasaran dengan efek ini. Ia juga ingin mengetahui apakah cara yang sama juga dapat meningkatkan kemampuan seseorang mencocokkan kata yang baru dilihat.

Mencocokkan memori berbeda dengan membangkitkan memori. Orang yang berusaha mengenali memori cenderung melakukan kesalahan yang disebut kesalahan pemantauan sumber (source monitoring error). Misalnya, seseorang memperoleh kosakata baru, namun ia mengenalinya sebagai kata lainnya yang punya kemiripan. Saat ia dihadapkan dengan kata yang sama dikesempatan berikutnya, ia menganggap kata itu baru padahal mungkin ia pernah mengetahuinya.

Untuk menguji apakah pergerakan mata secara horizontal ini dapat mengurangi kesalahan pemantauan sumber, Parker melakukan percobaan terhadap 120 orang mahasiswa. Masing-masing diperdengarkan rangkaian 15 kata selama 20 kali. Beberapa rangkaian kata terdengar hampir mirip sehingga kemungkinannya salah dipersepsikan tinggi.

Setelah seluruh rangkaian kata diperdengarkan, sepertiga orang mahasiswa tersebut diminta mengikuti gerakan objek di depan layar computer yang bergerak dari kiri ke kanan berulang kali selama 30 detik. Sepertiga lainnya mengikuti gerakan objek dari atas ke bawah, sedangkan sisanya tidak melakukan apapun.

Kemudian, masing-masing dihadapkan pada daftar kata dan diminta memilih kata yang pernah mereka dengarkan. Jika memilih kata yang salah, dipastikan mereka melakukan kesalahan pemantauan sumber karena tidak dapat mengenali kata yang didengar sebagaimana mestinya. Mahasiswa yang lirak-lirik ke kanan dan ke kiri ternyata dapat mengingat kata yang benar 10 persen lebih banyak dan melakukan kesalahan mengenali kata 15 persen lebih rendah daripada mahasiswa lainnya yang lirak-lirik ke atas dan ke bawah atau tidak melakukan keduanya sama sekali.
link:http://www.herusetya.co.cc/2010/04/tips-memperkuat-ingatan.html